Berita

SOSIALISASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI DESA WUKIRSARI

Rabu Pon, 3 Juni 2015 14:26 WIB 1798

foto

Pada hari Selasa, 26 Mei 2015 Sosialisasi Administrasi Kependudukan untuk pengurus RT di wilayah Kecamatan Imogiri memasuki hari ke 3 yang diselenggarakan di Desa Wukirsari.

Materi dari Disdukcapil berturut-turut di sampaikan oleh Ibu Tri Sumiati, SH selaku Kasi NIK, KK dan KTP yang menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan Pendaftaran Penduduk. Sedangkan untuk materi Pencatatan Sipil disampaikan oleh Ibu Anjarwati, SH selaku Kasi Kelahiran, Kematian, Pengakuan Anak dan Pengangkatan Anak.

Dalam kesempatan ini disampaikan bahwa mulai tanggal 4 Mei 2015 Disdukcapil Kab. Bantul sudah tidak mencetak KTP non elektronik. Jika KTP non elektronik habis masa berlaku dan KTP-el nya belum jadi akan dibuatkan Surat Bukti Telah Melakukan Perekaman KTP-el dengan ditempel pas foto ukuran 4x6 cm, berlaku sampai yang bersangkutan menerima KTP-el nya. Untuk KTP-el yang pindah alamat, KTP-el alamat asal disertakan sampai yang bersangkutan menerima KTP-el yang baru di tempat tujuan.

Di samping itu, disampaikan pula mengenai pokok-pokok/substansi yang terkandung dalam UU No. 24 Tahun 2013 antara lain bahwa segala pengurusan yang berkaitan dengan Administrasi Kependudukan tidak dipungut biaya/gratis.

Untuk materi Pencatatan Sipil disampaikan mengenai syarat-syarat tentang penerbitan Akta-akta Pencatatan Sipil seperti Akta Kelahiran, Akta Kematian, Akta Pengakuan Anak, Akta Pengesahan Anak dan Akta Pengangkatan Anak. Dalam UU yang baru ini selain 4 Kutipan Akta Pencatatan Sipil yaitu Akta Kelahiran, Akta Kematian, Akta Perkawinan dan Akta Perceraian ditambah Akta Pengesahan Anak. Sedangkan asas pencatatannya sekarang menganut asas domisili.

Dalam forum tanya jawab, pertanyaan dari para peserta sosialisasi cukup menarik. Mulai dari permasalahan kependudukan maupun pencatatan sipil.

Permasalahan-permasalahan tersebut antara lain, masalah beda nama antara dokumen kependudukan seperti KK , KTP, Akta kelahiran, Surat Nikah  dengan dokumen-dokumen lain yang dimiliki seperti Ijazah. Adanya sebagian besar warga setempat yang hampir 50% mempunyai nama tua setelah menikah, hal ini tidak disadari di kemudian hari mengakibatkan munculnya berbagai permasalahan/kesulitan dalam pengurusan dokumen pencatatan sipil Berbagai permasalahan yang dikemukakan oleh para peserta sosialisasi yang pada kesempatan tersebut telah dijawab dan dicarikan solusinya. (an.DI)