Berita

SINERGITAS PELAKSANAN PTSL 2019 DI KABUPATEN BANTUL

Rabu Legi, 20 Februari 2019 10:45 WIB 505

foto

Bantul - Bertempat di Gedung UKS Komplek Pemda II Bantul dilaksanakan rapat koordinasi pelaksanaan PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis  Lengkap) pada hari Senin 19 Februari 2019 . Rapat dihadiri oleh  Petugas Register Desa dan Kasi Pemerintahan di 18 desa terdampak PTSL. Narasumber dari rapat tersebut dihadirkan dari BPN Bantul, Pengadilan Negeri Bantul, PERADI (Perhimpunan Advokad Indonesia) dan juga Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten  Bantul.  Tujuan diadakannya koordinasi ini  untuk mengintegrasikan pelayanan antara  Pengadilan Negeri Bantul, BPN Bantul dan Disdukcapil Bantul dalam pelaksanaan pencatatan kematian bagi warga Bantul guna mendukung program PTSL di Kabupaten Bantul tahun 2019.

Acara dibuka oleh Wakil Bupati Bantul (H. Abdul Halim Mushlih), dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa penataan pensertifikatan tanah di Kabupaten Bantul sangat diharapkan untuk dapat membantu warga mendapatkan haknya memperoleh sertifikat tanah dengan cepat, mudah dan murah.

Kepala Pengadilan Negeri Bantul (Agung Sulistiyono,S.H,S.Sos,M.Hum) dalam materinya menyampaikan bahwa permohonan yang diajukan untuk persidangan terpadu ini adalah bagi warga Bantul yang meninggal sebelum tahun 2011 dan tidak memiliki dokumen kependudukan. Bagi pemohon yang tidak mampu akan ada pembebasan biaya persidangan dengan melampirkan SKTM ( Surat Keterangan Tidak Mampu) dari pemerintah desa.

Dari BPN Bantul disampaikan bahwa target PTSL di DIY di tahun 2019 adalah sebanyak 270.000 sertifikat dan untuk Kabupaten Bantul sejumlah 68.500 sertifikat.  

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Bambang Purwadi Nugroho, S.H, M.H) menekankan bahwa pencatatan kematian bagi warga yang meninggal sebelum tahun 2011 dan tidak memiliki dokumen apapun(KK/KTP) harus melalui Penetapan pengadilan Negeri. Untuk mempermudah pelaksanaan sidang tersebut  akan dilaksanakan sidang terpadu di desa desa terdampak PTSL yaitu :

  1. Seloharjo
  2. Temuwuh
  3. Jatimulyo
  4. Mangunan
  5. Muntuk
  6. Dlingo
  7. Terong
  8. Srihardono
  9. Sumbermulyo
  10. Mulyodadi
  11. Srimulyo
  12. Srimartani
  13. Bangunjiwo
  14.   Pendowoharjo
  15. Panggungharjo
  16. Bangunharjo
  17. Pleret
  18. Wonokromo