Berita

PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI TERBARU MEMUDAHKAN WARGA UNTUK MENCARI AKTA KELAHIRAN

Rabu Wage, 19 Juni 2013 10:23 WIB 1652

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18 /PUU-XI/2013 yang menyatakan bahwa Pasal 32 Ayat (2) UU No 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, Tidak mempunyai Hukum Mengikat dengan demikian Pencatatan Kelahiran yang melampaui Batas waktu 1 tahun, Tidak perlu dengan Penetapan Pengadilan. Pasca keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang pembuatan akta kelahiran usia diatas satu tahun tanpa harus adanya sidang pengadilan, Untuk selanjutnya pembuatan akta kelahiran yang terlambat langsung ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul. putusan MK tersebut didasari bahwa akta kelahiran merupakan hak setiap orang, dan MK menetapkan dalam pemberiannya tidak perlu dipersulit seperti halnya harus ada penetapan pengadilan. Sebagian masyarakat belum memiliki akta kelahiran, karena menilai akta kelahiran masih dipandang kurang penting. Selama ini sebagian masyarakat masih yang belum menyadari manfaat adanya akta kelahiran. Hal ini tampak dengan banyaknya para pencari akta kelahiran yang masih melakukannya pada saat mereka membutuhkan seperti untuk keperluan sekolah maupun pernikahan. Masyarakat masih menganggap bahwa pembuatan akta kelahiran bukanlah merupakan sesuatu hal yang penting dan mendesak sehingga mereka seringkali menunda-nunda pembuatannya. Padahal pembuatan akta kelahiran merupakan sesuatu hal yang penting karena akta kelahiran memiliki fungsi untuk identitas dan status hukum yang terkuat dan terpenuhi. Dalam akta kelahiran seseorang tercantum kapan waktu lahirnya, nama, dimana lahirnya, orang tua dan asal warga negaranya. Ini bisa menjadi bukti yang sah dan jelas tentang identitas seseorang . Akta Kelahiran berazas peristiwa, sehingga seseorang bisa dicatat dari tempat dirinya dilahirkan dan disitu pula wilayah pembuat aktanya yang berlaku, adapun status hukum yang tercantum pada akta kelahiran seseorang dibagi menjadi tiga kategori yakni kategori anak yang berasal dari hasil pernikahan antara suami-istri yang sah secara agama dan hukum, kategori anak yang terlahir tidak terikat pernikahan sah dan kategori tidak diketahui keberadaan orang tuanya.(iX4)