Ratusan pelajar Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Bantul tampak antusias mengikuti kegiatan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) pemula yang digelar Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program jemput bola Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul ke berbagai sekolah, sebagai tindak lanjut atas Edaran Dirjen Dukcapil Kemendagri Nomor 400.8.3.2/4897/DUKCAPIL tentang percepatan perekaman biometrik bagi peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, Disdukcapil Bantul berhasil merekam data 83 siswa dari target 115 siswa. Layanan yang digelar langsung di lingkungan sekolah itu bertujuan memudahkan para pelajar mengurus identitas kependudukan tanpa harus mendatangi kantor dinas. Selain mempercepat kepemilikan KTP-el bagi pemula, kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.
Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Bantul, Siti Musyrifah menjelaskan bahwa layanan keliling ke lembaga pendidikan ini diintensifkan guna memangkas birokrasi dan memastikan target kepemilikan dokumen kependudukan tercapai. "Kami hadir langsung ke sekolah agar anak-anak kita yang sudah memasuki usia wajib KTP tidak perlu meluangkan waktu khusus atau meninggalkan kelas untuk datang ke kantor dinas," ujarnya. Beliau menambahkan bahwa kepemilikan KTP-el ini sangat krusial, bukan hanya untuk keperluan administratif, melainkan sebagai pemenuhan hak konstitusional mereka sebagai warga negara, termasuk hak pilih dalam pesta demokrasi mendatang.
Sehari sebelumnya, layanan serupa juga telah dilaksanakan di SMK Negeri 2 Sewon pada Rabu, 20 Mei 2026 dengan capaian sebanyak 132 siswa berhasil melakukan perekaman KTP elektronik. Melalui konsistensi gerakan keliling ini, cakupan kepemilikan identitas bagi seluruh wajib KTP pemula di wilayah Bantul ditargetkan dapat tuntas secara merata. Pihak dinas pun berharap kerja sama dengan pihak sekolah dapat terus terjalin erat demi memastikan tidak ada satu pun hak sipil generasi muda yang terlewatkan. (ocd)
