Kolaborasi Mantap Disdukcapil, BPJS, dan Faskes di Bantul Demi Mudahkan Urusan Warga

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bantul menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pengembangan Inovasi SITUPAT dan Pagoda Pasti Joss bersama Fasilitas Kesehatan (Faskes) pada Kamis, 11 Juni 2026, di Ruang Rapat Disdukcapil Bantul. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan, seluruh Puskesmas se-Kabupaten Bantul, RSUD Panembahan Senopati, RS UII, Dinas Sosial, BPJS Kesehatan, hingga jajaran internal Disdukcapil Bantul.

 

Kepala Disdukcapil Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah untuk memperkuat sinergi lintas sektor demi meningkatkan kualitas pelayanan adminduk. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara Disdukcapil dengan fasilitas kesehatan agar setiap penduduk, terutama bayi baru lahir, bisa mendapatkan hak identitas kependudukannya secara cepat, mudah, dan gratis. "Pelayanan yang terintegrasi antara Dukcapil dan Faskes adalah kunci agar tidak ada lagi warga yang terkendala dalam kepengurusan dokumen kependudukan," ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan, Anjarwati memaparkan perkembangan kedua inovasi tersebut secara lebih rinci. SITUPAT, singkatan dari Siji Entuk Papat merupakan layanan di mana sekali pengajuan Akta Kelahiran bayi baru lahir langsung mendapat empat dokumen sekaligus, yakni: NIK, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan KIA (Kartu Identitas Anak). Inovasi ini lahir tahun 2017 dan terus berkembang dari layanan tatap muka ke daring, lalu kini terintegrasi langsung dengan Faskes dan kalurahan. Sementara itu, melalui program Pagoda Pasti Joss yang berjalan sejak 2020 memungkinkan warga yg database kependudukanya belum ada golongan darah bisa datang ke Puskesmas terdekat untuk tes golongan darah secara gratis guna memperbarui data kependudukannya di KTP atau KK.

 

Namun, Anjarwati mengakui kalau saat ini masih banyak warga  mengurus dokumen saat sudah kepepet atau butuh saja. Ditambah lagi, kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan tes golongan darah gratis di puskesmas ternyata masih sangat rendah. Oleh karena itu, ke depannya Disdukcapil Bantul membuka pengembangan : SITUPAT berpotensi diperluas hingga mencakup penerbitan kepesertaan JKN oleh BPJS, sedangkan Pagoda Pasti Joss membuka kemungkinan kerja sama tidak hanya dengan Dinkes, tetapi juga dengan fasilitas kesehatan swasta. Dengan sinergi yang kuat antar sektor, Disdukcapil Bantul optimis setiap warga Bantul dapat terlayani hak identitas kependudukannya sejak hari pertama kehidupan.

 

Rapat ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini. Dua target yang ingin dicapai adalah terbentuknya komitmen bersama dari semua pihak untuk mendukung pemenuhan hak identitas warga, serta tersusunnya rekomendasi konkret agar kedua inovasi bisa terus tumbuh dan memberi dampak nyata. Karena pada akhirnya, satu lembar akta kelahiran bagi seorang bayi bukan hanya soal dokumen, itu adalah pintu masuk ke layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial yang menjadi haknya sejak hari pertama ia lahir. (ocd)