Pelayanan Terpadu Perekaman KTP-el bagi Siswa Hadir di SMA Negeri 1 Imogiri dan SMK Muhammadiyah 1 Bantul

Selasa, 8 September 2026, suasana berbeda terlihat di SMA Negeri 1 Imogiri dan SMK Muhammadiyah 1 Bantul. Bukan kegiatan belajar mengajar biasa, melainkan pelayanan perekaman KTP-el yang digelar langsung di lingkungan sekolah. Para siswa yang sudah berusia 16 tahun atau sebentar lagi genap 17 tahun bergiliran mengikuti proses pengambilan foto dan sidik jari, tanpa perlu datang ke kantor pelayanan Dukcapil.

 

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Dinas Pemberdayaan Kalurahan dan Pencatatan Sipil Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kulon Progo, Gunungkidul, dan Bantul. Dua sekolah dipilih sebagai lokasi layanan agar siswa yang belum memiliki KTP-el bisa langsung mengurusnya tanpa harus mengorbankan jam belajar untuk pergi ke kantor pemerintahan.

 

Bagi banyak siswa, KTP-el bukan sekadar kartu identitas. Ada yang membutuhkannya untuk keperluan administrasi sekolah, ada pula yang menantikannya karena akan menggunakan hak pilih untuk pertama kali. Dengan petugas yang datang langsung ke sekolah, siswa tidak perlu izin khusus atau ditemani orang tua ke kantor kecamatan maupun kantor Dukcapil.

FOTO: Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk DInas Dukcapil Bantul sedang membantu perekaman KTP-el bagi siswa SMK Muhammadiyah 1 Bantul (08/09/2026)

 

Siti Musyrifah, Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk, menjelaskan bahwa pemilihan sekolah sebagai lokasi layanan bukan tanpa alasan. Kepada tim, ia menyampaikan, “Pelayanan terpadu perekaman KTP-el bagi siswa ini merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dalam menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang mudah, cepat, dan dekat dengan masyarakat. Sekolah menjadi salah satu lokasi strategis untuk menjangkau pemilih pemula agar mereka dapat memiliki dokumen kependudukan tepat waktu.”

FOTO: Siswa SMA Negeri 1 Imogiri sedang berdandan sebelum dilakukan perekaman KTP-el, Senin (08/09/2026)


Hasil dari kegiatan ini terbilang menggembirakan. Di SMA Negeri 1 Imogiri, sebanyak 189 siswa berhasil menyelesaikan perekaman, sedangkan di SMK Muhammadiyah 1 Bantul tercatat 98 siswa. Pihak sekolah dan siswa sendiri menyambut baik kehadiran layanan ini, mengingat mereka jadi tidak perlu meluangkan waktu di luar jam sekolah untuk mengurus dokumen kependudukan.

 

Selain memudahkan proses administrasi, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk lebih memahami pentingnya tertib dokumen kependudukan sejak dini. KTP-el yang dimiliki sejak usia 17 tahun akan berguna untuk berbagai keperluan, mulai dari pendaftaran sekolah lanjutan, pembukaan rekening bank, hingga penggunaan hak pilih dalam pemilihan umum. Ke depan, kolaborasi semacam ini diharapkan bisa terus berjalan di sekolah-sekolah lain di wilayah DIY, sehingga makin banyak pelajar yang memiliki dokumen kependudukan lengkap sebelum lulus sekolah.