Kesadaran generasi muda di Kabupaten Bantul terhadap pentingnya dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) terbukti sangat tinggi. Hal ini terlihat dari membeludaknya jumlah peserta dalam layanan jemput bola perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) bagi pemula yang digelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bantul di dua kalurahan, yakni Baturetno dan Srimulyo. Kegiatan berlangsung selama dua hari, dimulai Sabtu, 22 Agustus 2026, dan dilanjutkan Senin, 24 Agustus 2026, dengan sasaran warga yang baru memasuki usia wajib KTP, yakni 16-17 tahun ke atas.

FOTO: Lurah Baturetno Sarjaka memastikan pelaksanaan perekaman KTP-el bagi pemula berjalan tertib dan lancar, Sabtu (22/8/2026)
Di Kalurahan Baturetno, layanan berlangsung pukul 09.00-12.00 WIB dan berhasil merekam data 93 peserta. Sementara di Kalurahan Srimulyo, layanan digelar pukul 15.00-18.00 WIB dengan jumlah peserta lebih banyak, yakni 127 orang. Sejak jam pelayanan dibuka, aula kalurahan setempat sudah dipadati wajah-wajah muda yang mengantre dengan tertib untuk mengikuti seluruh tahapan perekaman data biometrik, mulai dari verifikasi berkas Kartu Keluarga (KK), pengambilan pas foto, pemindaian sidik jari, hingga pemindaian retina mata. Pemilihan waktu Sabtu pagi di Baturetno dinilai warga cukup tepat karena tidak mengganggu jam sekolah para pelajar, sementara jadwal sore di Srimulyo tetap dimanfaatkan secara maksimal oleh peserta yang baru pulang beraktivitas.

FOTO: Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Siti Musyrifah mendampingi petugas saat memberikan layanan perekaman KTP-el bagi pemula di Kalurahan Srimulyo, Senin (24/8/2026).
Pemerintah kalurahan bersama Disdukcapil Bantul menegaskan bahwa layanan jemput bola ini digencarkan untuk mendekatkan akses pelayanan publik agar lebih cepat dan sepenuhnya gratis bagi masyarakat. Kepemilikan KTP-el bagi pemula dinilai krusial karena dokumen ini menjadi syarat utama untuk berbagai keperluan ke depan, mulai dari pendaftaran ke perguruan tinggi, melamar pekerjaan, membuka rekening bank, mengakses layanan kesehatan, hingga menggunakan hak pilih dalam pemilu.
Selain menerima dokumen fisik KTP-el, para peserta juga dipandu petugas untuk mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di ponsel masing-masing. Langkah ini diharapkan mempercepat transformasi digital kependudukan hingga ke tingkat kalurahan. Hingga kegiatan usai, seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan lancar berkat sinergi antara petugas dinas, pamong kalurahan, serta sikap kooperatif para peserta. (rf)
