Di sebuah kawasan pemakaman yang berbatasan dengan hamparan sawah Kalurahan Timbulharjo, Kapanewon Sewon, tersimpan kisah yang mengetuk nurani. Di tempat yang sunyi itu, seorang warga menjalani hari-harinya dalam keterbatasan, bertahan hidup di antara kesederhanaan dan sepinya kehidupan, jauh dari kata layak.
Pada Rabu (15/7/2026), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bantul bersama Pemerintah Kalurahan Timbulharjo dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan biometrik sebagai langkah sederhana namun menyimpan makna besar bagi seseorang yang selama ini luput dari catatan administrasi kependudukan.
Kondisi fisiknya sangat memprihatinkan. Kedua kakinya sudah tidak lagi mampu menopang tubuh sebagaimana mestinya. Sebuah kursi roda yang menjadi saksi bisu betapa berat perjuangan yang harus dijalani seorang diri kini tampak rusak dan terparkir di sudut tempat tinggalnya.
Dalam kesehariannya, ia menggantungkan hidup dari kepedulian warga sekitar. Uluran tangan tetangga menjadi penawar lapar, sementara kepedulian masyarakat menjadi penguat untuk terus bertahan menjalani hari demi hari.
Di tengah keterbatasan itu, satu fakta yang mengiris hati setelah dilakukan cek biometrik, yaitu sepanjang hidupnya, belum pernah melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el). Kondisi ini menyebabkan hak-haknya sebagai warga negara belum dapat terpenuhi. Oleh karena itu, hasil asesmen ini akan segera ditindaklanjuti bersama instansi terkait agar mendapatkan penghidupan yang layak, serta jaminan sosial yang menjadi haknya sebagai warga negara.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pelayanan administrasi kependudukan bukan sekadar urusan dokumen, melainkan juga tentang menghadirkan negara bagi setiap warga, termasuk mereka yang hidup dalam keterbatasan dan sulit menjangkau layanan. Sebab setiap warga negara berhak diakui keberadaannya, memiliki identitas, dan memperoleh pelayanan tanpa terkecuali.(ocd)
