Upaya menyederhanakan prosedur dan mendekatkan layanan administrasi kependudukan kepada masyarakat terus menjadi fokus Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Bantul. Dukcapil Bantul menargetkan setiap warga yang mengurus proses kelahiran maupun kematian di fasilitas kesehatan (faskes) bisa langsung pulang membawa dokumen kependudukan yang sah. Guna mewujudkan tujuan tersebut, rapat evaluasi dan optimalisasi layanan digelar di Aula Dinas Dukcapil Bantul pada Kamis (9/4/2026), dengan melibatkan rumah sakit, klinik, hingga Praktik Mandiri Bidan (PMB).
Dalam pertemuan tersebut, plt.Sekretaris Dinas Dukcapil Bantul, Darwatiningsih menekankan pentingnya memperpanjang Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sudah akan berakhir antara Dukcapil dan fasilitas kesehatan. Tidak hanya fokus pada akta kelahiran, ia mendorong agar layanan ini juga dioptimalkan untuk penerbitan akta kematian. Inovasi ini dipandang sangat krusial agar data kependudukan daerah tetap akurat dan memberikan kemudahan bagi keluarga yang tengah berduka, sehingga mereka tidak perlu lagi datang ke kantor dinas untuk mengurus administrasi di tengah suasana duka.
Acara yang berlangsung sejak pagi hari ini juga menjadi wadah bagi para tenaga kesehatan untuk menyampaikan kendala teknis yang mereka temui di lapangan. Diawali pemaparan materi evaluasi oleh Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan, yang mengulas capaian layanan adminduk melalui fasilitas kesehatan selama ini.
Dalam sesi diskusi, sejumlah perwakilan faskes menyampaikan pengalaman di lapangan, termasuk kendala teknis dan usulan perbaikan. Berbagai masukan langsung ditanggapi oleh Kepala Bidang terkait serta tim teknis yang selama ini mendampingi faskes, sehingga diharapkan ke depan layanan adminduk dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau masyarakat secara lebih luas. (ocd)
