Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bantul terus tancap gas mempercepat cakupan kepemilikan identitas kependudukan melalui program "Dukcapil Goes to School". Bertempat di SMK N 1 Sewon, aksi jemput bola ini menyasar ratusan siswa yang masuk kategori pemilih pemula untuk melakukan perekaman KTP Elektronik (KTP-el) sehingga mereka tidak perlu datang langsung ke kantor pelayanan.
Petugas memberikan ruang fleksibilitas bagi para siswa agar tampil maksimal di dokumen seumur hidup tersebut. Sebelum sesi pemotretan dimulai, para siswa diperkenankan untuk merapikan diri atau berdandan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kepuasan warga sekolah, mengingat foto KTP-el akan melekat selamanya.
Pendekatan humanis ini terbukti efektif meningkatkan kepercayaan diri siswa saat berhadapan dengan kamera petugas. Antusiasme siswa terlihat jelas dari tingginya angka perekaman selama tiga hari pelaksanaan. Pada tahap awal, Selasa (3/2), petugas berhasil melakukan perekaman terhadap 229 anak. Layanan berlanjut pada Kamis (5/2) dengan menjaring 65 anak, dan puncaknya pada Senin (9/2) tercatat sebanyak 39 anak menyelesaikan proses perekaman biometrik.
Momentum istimewa terjadi pada Kamis (5/2), saat Asisten Deputi Koordinasi Administrasi Wilayah dan Kependudukan, Brigjen TNI Kartika Adi Putranta, hadir langsung melakukan monitoring. Dalam kesempatan tersebut, Kartika menyampaikan apresiasi atas inovasi Dukcapil Kabupaten Bantul yang dinilai efektif dalam memperluas akses layanan adminduk, sekaligus berharap program ini dapat menjadi contoh bagi Dukcapil di daerah lain.
Pihak sekolah menyambut positif kehadiran tim layanan keliling ini karena sangat memudahkan para siswa mendapatkan dokumen kependudukan tanpa harus meninggalkan jam pelajaran. Kepala Sekolah SMK N 1 Sewon, Sri Hartati, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kolaborasi yang terjalin. "Semoga kegiatan Dukcapil Goes to School ini membawa manfaat dan barokah bagi kami. Kami berharap kerja sama ini dapat terus dilanjutkan di masa mendatang agar adik-adik kelas juga bisa merasakan kemudahan layanan yang sama," ujarnya.
Program "Dukcapil Goes to School" ini diharapkan menjadi oase bagi masyarakat yang mendambakan pelayanan publik yang cepat, dekat, dan tanpa sekat birokrasi yang rumit, selaras dengan visi pembangunan kependudukan yang modern dan melayani. Dengan total ratusan siswa yang berhasil terdata selama tiga hari pelayanan, program ini membuktikan bahwa sinergi antara instansi kependudukan dan lembaga pendidikan efektif dalam memangkas hambatan birokrasi bagi generasi muda. (ocid)
