Wujudkan Pelayanan Berkah, Disdukcapil Bantul Intensifkan Tadarus Al-Qur’an dan Siraman Rohani di Bulan Ramadhan 1447 H

Pelayanan publik yang prima tidak hanya lahir dari sistem yang canggih, tetapi juga dari ketenangan batin para petugasnya. Memasuki Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul menyelenggarakan Kegiatan Tadarus Al Qur’an setiap Senin hingga Kamis pukul 07.30 s.d. 07.50 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang pelayanan Disdukcapil sebelum aktivitas pelayanan kepada masyarakat dimulai. Alunan ayat suci memberi energi positif bagi pegawai khususnya yang muslim sebelum berinteraksi langsung melayani berbagai kebutuhan administrasi kependudukan warga Projotamansari.

 

Memasuki hari Jumat, semangat pengabdian tersebut diperdalam melalui agenda Siraman Rohani Jumat Pagi yang bertempat di Aula Dinas Dukcapil Bantul. Kegiatan ini diisi langsung oleh Kepala Dinas Dukcapil Bantul Kwintarto Heru Prabowo dengan materi penguatan nilai-nilai keimanan, etos kerja, serta tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat. Momentum ini menjadi ruang refleksi bersama agar Ramadhan tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas kinerja.

 

Menurut Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian, Wasis Basuki, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan mental spiritual aparatur. Kami ingin memastikan bahwa semangat Ramadhan tidak menurunkan produktivitas, justru sebaliknya. Melalui hati yang tenang dan niat yang lurus, pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal, profesional, dan humanis. Bagi kami, setiap layanan Adminduk juga bernilai ibadah; oleh karena itu, memberikan pelayanan terbaik secara ikhlas sudah menjadi kewajiban yang harus tetap terjaga selama bulan suci ini.” ujarnya. Ia menegaskan bahwa keseimbangan antara spiritualitas dan kinerja adalah fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang berintegritas.

 

Tadarus Al Qur’an dan Siraman Rohani yang dilaksanakan Disdukcapil Bantul menunjukkan komitmen bahwa pelayanan publik yang prima berangkat dari karakter yang kuat. Bulan Ramadhan dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas, etos kerja, dan semangat melayani masyarakat dengan sepenuh hati.(ocd)